Dana 200 jutaan, pilih Nissan Evalia atau Suzuki Ertiga?


Beberapa hari yang lalu teman SMA gue komen di postingan Path gue. Dia tanya pendapat gue tentang pilihan mobil MPV di kisaran 200 jutaan Rupiah, kira-kira paling pas beli apa ya? Dari awal, dia udah shortlisting ke; Nissan Evalia, Nissan Serena, dan Suzuki Ertiga. So, yang mana dari 3 pilihan itu? Oh iya, sebelum lanjut, gue asumsiin aja kalau dia lebih prefer transmisi matic daripada manual.

Pertama-tama, gue buang Nissan Serena dulu ya. Dengan harga tipe terendah ada di IDR 374,000,000; sudah jelas donk ngga mungkin. Budget kan di 200 jutaan.

otr_hero1-jpg-ximg-l_full_m-smart
bagus! sayang banget jauh di atas budget. (sumber foto: nissan.co.id)

Lanjut ke opsi berikutnya: Nissan Evalia.
Di sini, gue akan fokus ke tipe tertingginya; 1.5 XV A/T, seharga IDR 227,400,000. Kenapa? Jelas karena yang paling lengkap fiturnya, dan harganya masih dalam budget.

overview-8-jpg-ximg-l_full_m-smart
sumber foto: nissan.co.id

Mobil roti yang satu ini, secara bentuk sih gue kurang suka. Emang sih, model boxy punya kelebihan leganya interior, bahkan sampai baris ke-3. Pintu belakang tipe sliding punya praktikalitas yang sangat baik. Satu yang gue kurang sreg ada di jendela baris ke-2. Man, masih jaman model kaca cuma sepetak gitu?

nissan-evalia-2
jendela tengah Nissan Evalia. (sumber foto: dapurpacu.com)

Kelebihan:

  • Jok dilapis kulit, mewah ya. Tapi bukan faktor yang signifikan (buat gue)
  • Rear-view Camera, jelas sangat ngebantu buat mobil se-boxy ini.
  • Cup Holder sampai ada 8, itu banyak lohh
  • Jok baris ke-1 dan ke-2 sama-sama punya mekanisme sliding & reclining, plus ada Meja Lipat di belakang jok baris ke-1. Buat keluarga sih mayan oke lah.
  • Arm-rest di jok baris ke-2, walau justru di baris ke-1 ngga ada. Kamu aneh, Nissan.
  • Seatbelt 3-titik, sampai jok baris ke-3. Good! Well, kecuali buat penumpang tengah baris ke-2 yang masih 2-titik ala pick-up.
  • Pengaturan A/C di jok baris ke-3, artinya paham bagaimana cara memanusiakan manusia yang duduk di belakang; contohnya: baby-sitter.
  • Area bagasi dengan kondisi semua jok masih terpasang cukup luas, dan antara lantai bagasi dan bibir pintu lumayan rata; plus bukaan pintu yang lebar. Walau sayang, cara lipat kursi baris ke-3 masih ngikut Innova yang outdated; dilipat ke samping gitu. Please dehh..
  • Mesin 1,500cc lumayan cukup lah tenaganya untuk harian.
  • Ini Nissan, sudah sangat common kaalu setirnya ringan. Enak lah pokoknya, karena yang segede Navara aja stirnya ringan juga euyy.

Kekurangan:

  • Airbag cuma 1!! Come on, ini udah tahun 2016! Bahkan sebenarnya airbag 2 biji aja itu masih kurang.
  • Jok baris ke-2 belum ISOFIX, jadi PR banget buat taruh child-seat. Ehhmm, ini hal penting buat gue.
  • Tape audio single-din doank, dan mobil segede gini speaker cuma 2.
  • Ngga ada ABS, EBD, BA. Rem nya masih gitu doank.
  • Ngga ada VSC (Vehicle Stability Control), HSC (Hill-Start Assist); please, ini mobil gede & berat lho.
  • Dengan bodi yang kotak dan tinggi, jujur kurang aerodinamis dan cenderung agak limbung di kecepatan tinggi.
  • Posisi nyetir yang tinggi dengan pengaturan stir yang minim. Hmm, such a no-no.
  • Mekanisme jendela baris ke-2, model sliding ukuran kecil gitu! Man, ini mobil keluarga lhoo.. Bukan mobil tahanan.

Yaa, itulah sedikit menurut gue tentang Nissan Evalia. One good thing, ini mobil global. Sampai di Amrik juga ada lho..

Lanjut ke opsi terakhir; Suzuki Ertiga. Di sini gue fokus ke tipe tertinggi (non-Drezza); New Ertiga GX A/T, seharga IDR 224,500,000. Kenapa ngga Drezza? Yaa, desainnya yang over-the-top dan terlalu memaksakan untuk “terinspirasi” dari Peugeot.

image-3
sejujurnya, ini mobil bagus! (sumber foto: priceprice.com)

Dengan harga sekitar 3 juta lebih murah dari Nissan Evalia, mobil ini punya beberapa kelebihan. Pertama soal bentuk/desain yang lebih mudah diterima mata, walau sekarang udah common banget di jalanan.

Kelebihan:

  • Interior mewah, walau jok belum kulit.
  • Leganya cukup, setidaknya sampai baris ke-3 masih manusiawi.
  • Jok baris ke-1 dan ke-2 sama-sama punya mekanisme sliding & reclining.
  • Seatbelt 3-titik, sampai jok baris ke-3. Good! Well, kecuali buat penumpang tengah baris ke-2 yang masih 2-titik ala pick-up.
  • Walau ngga tinggi, tapi ground clearance sekitar 185mm itu cukup kok, ngga takut mentok walau diisi penuh.
  • Handling terbaik di kelas Low-MPV, dan pastinya lebih stabil dibanding Evalia yang tinggi.
  • Sudah ada ABS, walau belum ada EBD & BA.
  • Airbag sudah ada 2 untuk supir dan penumpang depan. Sayang yaa, padahal lebih bagus kalau ditambahin airbag-nya.
  • Cup holder dan kantung penyimpanan cukup banyak, walau ngga sebanyak Evalia.
  • Area bagasi dengan kondisi semua jok masih terpasang ngga begitu luas, tapi antara lantai bagasi dan bibir pintu lumayan rata; plus bukaan pintu yang lebar.
  • Cara lipat kursi baris ke-3 praktis dan rata-lantai, berasa jauh lebih advance daripada Nissan Evalia.
  • Sparepart lebih terjamin, karena bengkel Suzuki banyak tersebar & more/less mobilnya juga laku banget kan?
  • DI baris ke-2 ada colokan untuk charge handphone. Lokasinya ada di belakang console-box. Small touch yang meaningful banget buat gue.

Kekurangan:

  • Yang pasti sih, pasaran! Itu buat gue yang kurang suka mobil pasaran.
  • Mesin 1,400cc. Walau more/less cukup, yaa kadang terasa under-powered aja bawa bodi segede Ertiga.
  • Jok masih bahan fabric, belum kulit. Jadi kalau kotor yaa lebih susah dibersihin. Kecuali keluar duit extra buat ngelapisin.
  • Dengan audio tape udah double-din, akan lebih oke kalau pakai yang model layar besar aja deh. Jadi bisa sekalian dipasang rear-view camera. Ya ngga sih?
  • Jok baris ke-2 belum ISOFIX, jadi PR banget buat taruh child-seat. Padahal yang dijual di Malaysia (Proton Ertiga) sudah ISOFIX.
  • Ngga ada VSC (Vehicle Stability Control) dan HSC (Hill-Start Assist).

In general, Ertiga mobil yang pas & reasonable buat Low-MPV. Saking bagusnya, sampai Mazda Indonesia juga menjual versi rebadged-nya dengan nama Mazda VX-1. Plus, baru-baru ini, hal yang sama juga dilakuin sama Proton dengan menjual Proton Ertiga di Malaysia. Yupp, namanya tetap Ertiga.

untitled-3
Versi Lain dari Suzuki Ertiga

Kalau gue sih, dari opsi-opsi di atas, gue akan pilih Mazda VX-1!

Lohh?? Kok VX-1?

Well, gue Toyota-minded sebenarnya. Tapi gue jujur kurang suka dengan Avanza. Dan Ertiga adalah pilihan yang paling logis. Tapi seperti yang udah gue bilang kalau gue ngga suka dengan barang yang udah dipake orang banyak. So, Mazda VX-1 itu justru yang lebih logis! Tipe tertinggi, VX-1 R A/T, cuma seharga IDR 221,500,000; dan beberapa fitur berasa lebih baik dari Ertiga (seperti kaca spion dengan fitur electric-folding, salah satunya).

Semua kelebihan Ertiga, dengan merk berbeda. Dan bahkan karena mesinnya juga sama, bisa juga kok kalau mau di-servis di bengkel Suzuki. Ya ngga? Hehehe. Cuma yang gue kurang suka, di facelift terbarunya, ngga ada perbedaan signifikan dengan Ertiga. Padahal yang versi sebelumnya terlihat lebih sporti dan lebih mewah dengan beberapa perbedaan di eksterior dan jok yang sudah kulit. Well, bisa lo bandingin sendiri antara VX-1 versi pertama (foto di atas sebelahan dengan Proton Ertiga) dengan versi facelift (foto di bawah).

mazda-vx-1-facelift-front-quarter-launched-in-indonesia
choose this! Mazda VX-1 aja!
Advertisements

2 thoughts on “Dana 200 jutaan, pilih Nissan Evalia atau Suzuki Ertiga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s