Mekanisme Update Aplikasi. Google mesti belajar banyak sama Apple nih.


fnf_10241-2-780x390
ilustrasi (sumber gambar: cultofmac.com)

Update aplikasi di handphone, sesuatu yang jamak banget dilakuin oleh kita-kita jaman sekarang. Yaa, walau mungkin ngga semua juga sih. Gue kadang ketemu dengan orang-orang yang punya banyak banget aplikasi yang belum di-update. Sebagian beralasan kalau mereka kadang ngga aware. Ada yang beralasan kalau mereka merasa ngga perlu untuk update semua aplikasi, dan pilih-pilih mana yang di-update mana yang ngga. Terakhir, ada yang beralasan kalau kadang mereka ngga tahu berapa besar ukuran update aplikasinya yang jadinya nunggu ada WiFi aja. Alasan-alasan di atas (plus, pengalaman pribadi sebagai pengguna iOS dan Android) yang membat gue kepikiran bikin tulisan ini.

Sebelum gue lanjutin, FYI aja kalau tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi di Apple’s iPhone 5 (iOS 10.2) dan LG Nexus 5 (Android Marshmallow 6.0.1). So, 2-2nya adalah pure iOS (yaiyalah) dan pure Android experience.

Menurut gue, seluruh mekanisme update aplikasi yang dibuat oleh Apple di iOS-nya itu jauh lebih baik daripada Android-nya Google. Yang gue maksud di sini itu, mulai dari notifikasi awal, sampai proses download update-an aplikasi. Kenapa? Akan gue coba jabarin 1-1 ya:

  1. Notifikasi yang lebih jelas (walau agak ganggu, buat sebagian).untitled-1Yess, notifikasi di iOS langsung terlihat jelas di aplikasi App Store dengan jumlah aplikasi yang perlu di-update. On the other hand, notifikasi di Android cuma muncul di Notification Center (yang kudu di-drag dulu ke bawah); dan itupun kadang ngga selalu muncul lho, yang artinya lo kudu buka aplikasi Play Store dulu. Lebih ribet kan? Satu hal positif adalah lo bisa update semua aplikasi sekaligus langsung dari notification center; yet, Apple punya approach yang lebih bagus menurut gue.
  2. Menu dan List yang lebih Simpel.untitled-2Di iOS; Untuk tahu apa saja yang perlu di-update, lo cuma perlu buka aplikasi App Store dan tap ke menu kanan-bawah. Voila, lo langsung lihat semua aplikasinya. Di Android, perlu proses yang sedikit lebih panjang; buka Play Store, klik hamburger-menu di pojok kiri-atas, pilih “My Apps & Games (atau Aplikasi Saya)“, baru deh keliatan list aplikasinya. Why make simple things more complicated, Google?
  3. Preview Aplikasi yang jauh lebih Simpel dan Fungsional.
    untitled-3
    ilustrasi iOS

    Gue mulai dari iOS dulu; tanpa perlu digging lebih dalam, lo bisa langsung lihat versi aplikasinya dan juga besar ukuran file yang harus di-download. Tap di logo atau nama aplikasinya, dan lo langsung bisa lihat apa aja hal baru yang ada di update-an nya. Dengan begini, lo bisa pilih mana yang lo mau update duluan atau belakangan (nunggu tempat yang ada WiFi-nya misal).

    Untitled-4.png
    ilustrasi Android

    Nah, di Android lo ngga dapat preview semacam itu. Lo mau tahu apa yang baru di update-an nya? Lo kudu klik dulu aplikasinya dan bisa lo lihat di area “What’s New” yang kadang juga ngga semua dikasih lihat. Lo scroll dulu ke bawah sampai ketemu tombol “View More” untuk bisa tahu list hal-hal yang di-update.

    Pengen tahu berapa besar ukuran file update-nya? Hmmmmm, ngga dikasih tahu tuh. Lahh? Terus? Satu-satunya cara untuk tahu berapa besar ukuran file update-an nya, adalah dengan men-download aplikasinya. Baru deh keliatan, hehehe.

    screenshot_20161214-144802
    ilustrasi

    Cara begini, kalau lo merasa file-nya gede banget, lo cuma dikasih opsi untuk batalin download-an nya altogether. Di iOS, lo bisa pause proses download tanpa harus mengulang prosesnya dari awal.

  4. Multi Download dan Pending Download.untitled-5
    Seperti yang bisa lo lihat di gambar di atas; iOS kasih ability untuk multi-download di mana semua aplikasi yang lo mau update berbarengan akan di-download yaa bareng-bareng. Hal ini ngga lo temuin di Android, yang update aplikasinya once at a time dan yang lain harus ngantri dengan status “Download Pending“.Saat di iOS lo bisa Stop atau Pause proses update aplikasi-aplikasi yang lo mau, di Android ngga bisa tuh. Kalau lo klik tombol Stop, yang akan berhenti adalah yang sedang aktif dimana kemudian sistem akan mulai update aplikasi di urutan berikutnya. Lo mau stop salah satu? Lo mesti pilih dulu dari list aplikasi, klik aplikasinya, baru di-stop deh. Ribet? Emang.. Hehehe.
  5. Progres dari Home Screen.
    img_0855
    ilustrasi

    Mungkin ini juga yang gue suka dari iOS. Saat lo kembali ke laman depan, lo bisa lihat aplikasi mana aja yang masih proses update (lengkap dengan progresnya, dalam bentuk lingkaran). Di Android, lo mesti cek ke Notification Center untuk tahu progresnya saat lo di laman depan.

In the end, seperti apa yang gue bilang di awal, untuk urusan mekanisme update aplikasi; Google kudu banyak belajar dari Apple. I’m not saying that it’s all good, cuma jauh lebih simpel dan fungsional tanpa proses yang berbelit-belit.

Dan kalau dipikir lagi, cukup wajar banyak pengguna Android yang kadang malas/lupa update aplikasi. No wonder.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s